Hari Anak Internasional 1 Juni, Hari Anak Sedunia 20 November, dan Hari Anak Nasional 23 Juli, Apa Bedanya?

hari anak

Peringatan Hari Anak di berbagai negara memiliki tanggal dan sejarah yang berbeda-beda. Tiga tanggal yang sering diperingati adalah Hari Anak Internasional pada 1 Juni, Hari Anak Sedunia pada 20 November, dan Hari Anak Nasional di Indonesia pada 23 Juli. Masing-masing tanggal ini memiliki latar belakang dan tujuan yang unik dalam mempromosikan hak dan kesejahteraan anak-anak. Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui perbedaan dari Hari Anak Internasional, Hari Anak Sedunia serta Hari Anak Nasional!

 Hari Anak Internasional 1 Juni

Perayaan Internasional pertama kali diperingati pada tanggal 1 Juni 1925, bertepatan dengan Konferensi Dunia untuk Kesejahteraan Anak di Jenewa, Swiss. Pada konferensi tersebut, para delegasi dari berbagai negara menyadari pentingnya perlindungan dan kesejahteraan anak-anak. Mereka sepakat untuk menetapkan satu hari khusus yang didedikasikan untuk anak-anak.

  1. Sejarah dan Tujuan

Perayaan yang dilakukan pada 1 Juni awalnya dipelopori oleh negara-negara Blok Timur, termasuk Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur lainnya. Perayaan ini kemudian menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia. Tujuan utama dari perayaan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak anak dan memperjuangkan kesejahteraan mereka. Ini termasuk akses ke pendidikan, perlindungan dari kekerasan, dan perawatan kesehatan yang memadai.

  1. Perayaan Hari Anak Internasional

Pada tanggal 1 Juni, berbagai kegiatan dan acara diselenggarakan untuk merayakan Hari Anak Internasional. Sekolah, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal mengadakan berbagai aktivitas seperti lomba, pertunjukan seni, dan seminar yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak dan masyarakat tentang pentingnya hak-hak anak.

 Hari Anak Sedunia 20 November

Perayaan ini diperingati pada tanggal 20 November setiap tahun. Tanggal ini dipilih untuk memperingati dua peristiwa penting dalam sejarah perlindungan hak-hak anak, yaitu adopsi Deklarasi Hak-Hak Anak oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 20 November 1959 dan adopsi Konvensi Hak-Hak Anak pada 20 November 1989.

  1. Sejarah dan Tujuan

Deklarasi Hak-Hak Anak 1959 menetapkan prinsip-prinsip dasar untuk perlindungan dan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Tiga puluh tahun kemudian, Konvensi Hak-Hak Anak (1989) memberikan landasan hukum yang lebih kuat untuk melindungi hak-hak anak dan menjamin hak mereka atas pendidikan, kesehatan, dan perlindungan dari eksploitasi dan kekerasan.

  1. Perayaan Hari Anak Sedunia

Perayaan dimanfaatkan oleh berbagai organisasi internasional, termasuk UNICEF, untuk mempromosikan isu-isu yang berkaitan dengan hak-hak anak. Kampanye global, acara amal, dan program pendidikan diadakan untuk meningkatkan kesadaran dan mengumpulkan dukungan bagi upaya perlindungan anak-anak di seluruh dunia. Tema tahunan seringkali ditetapkan untuk fokus pada isu-isu tertentu yang membutuhkan perhatian khusus, seperti pendidikan untuk semua, kesehatan mental anak, atau perlindungan dari kekerasan.

 Hari Anak Nasional 23 Juli

Di Indonesia, perayaan ini diperingati setiap tanggal 23 Juli. Peringatan ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya memenuhi hak-hak anak dan memberikan perlindungan yang optimal bagi anak-anak Indonesia.

  1. Sejarah dan Tujuan

Ide penetapan perayaan ini muncul dari Korwani (Kongres Wanita Indonesia) yang berdiri pada tahun 1946 mengusulkan sebuah gagasan tentang Hari Kanak-Kanak Nasional. Namun, organisasi ini sebenarnya sudah ada sejak Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928. Pada sidang tahun 1951, Kowani mengusulkan untuk menetapkan Hari Kanak-Kanak Nasional. Di tahun 1952, perayaan pertama Hari Kanak-Kanak Nasional dalam sebuah acara yang bernama Pekan Kanak-Kanak. Anak-anak ikut serta dalam sebuah pawai di Istana Merdeka yang oleh Presiden Soekarno. Pada Sidang Kowani di Bandung tahun 1953, perayaan ini direncanakan dengan lebih serius.

Perayaan ini telah mengalami beberapa perubahan tanggal. Awalnya, tidak ada tanggal pasti untuk merayakan acara ini. Sidang Kowani di Bandung tahun 1953 menetapkan Pekan Kanak-Kanak untuk dilaksanakan setiap minggu kedua bulan Juli, saat liburan kenaikan kelas. Namun, keputusan ini dianggap kurang historis karena Pekan Kanak-Kanak tidak memiliki tanggal tetap. Pada tahun 1959, pemerintah menetapkan tanggal 1-3 Juni untuk merayakan hari anak di Indonesia, berdekatan dengan ulang tahun Presiden Soekarno dan Hari Anak Internasional.

Ketetapan tanggal peringatan Hari Kanak-Kanak Indonesia terjadi pada masa Orde Baru. Presiden Soeharto mengubahnya menjadi setiap tanggal 23 Juli, bertepatan dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979. Termaktub  dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984, perayaan ini di Indonesia dimulai sebagai upaya pemerintah untuk menggarisbawahi pentingnya peran anak-anak dalam pembangunan bangsa. Dengan memperingati perayaan hari ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap kebutuhan dan hak-hak anak, serta berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

  1. Perayaan Hari Anak Nasional

Setiap tanggal 23 Juli, berbagai acara dan kegiatan diadakan di seluruh Indonesia untuk merayakan kegiatan ini. Sekolah, Organisasi Non-Pemerintah seperti Hoshizora Foundation, lembaga pemerintah, dan organisasi masyarakat mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan untuk anak-anak. Selain itu, kampanye kesadaran tentang hak-hak anak dan program-program yang mendukung kesejahteraan anak sering kali diluncurkan pada hari ini.

 Perbedaan dan Kesamaan

 Tujuan Utama

Meskipun ketiga perayaan ini diperingati pada tanggal yang berbeda, ketiganya memiliki tujuan utama yang sama, yaitu mempromosikan hak-hak anak dan kesejahteraan mereka. Ketiga peringatan ini berfokus pada isu-isu seperti akses ke pendidikan, perlindungan dari kekerasan, dan kesehatan yang memadai.

 Lingkup dan Fokus

Perbedaan utama antara ketiga hari ini terletak pada lingkup dan fokusnya. Hari Anak Internasional dan Hari Anak Sedunia memiliki lingkup global dan sering kali melibatkan kampanye internasional yang dilaksanakan oleh organisasi-organisasi besar seperti PBB dan UNICEF. Di sisi lain, Hari Anak Nasional berfokus pada konteks lokal dan diadakan untuk mengatasi isu-isu spesifik yang dihadapi oleh anak-anak di Indonesia.

 Perayaan dan Kegiatan

Perayaan Hari Anak Internasional dan Hari Anak Sedunia cenderung melibatkan berbagai negara dengan kegiatan yang dapat bervariasi tergantung pada budaya dan kebutuhan lokal. Hari Anak Nasional di Indonesia diwarnai dengan kegiatan yang lebih spesifik terhadap budaya dan kebutuhan anak-anak Indonesia, dengan fokus pada partisipasi aktif dari pemerintah dan masyarakat setempat.

Hari Anak Internasional pada 1 Juni, Hari Anak Sedunia pada 20 November, dan Hari Anak Nasional pada 23 Juli adalah tiga peringatan penting yang memiliki tujuan untuk mempromosikan hak-hak dan kesejahteraan anak. Meskipun diperingati pada tanggal yang berbeda dan memiliki fokus yang sedikit berbeda, ketiganya berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan tindakan nyata untuk melindungi dan mendukung anak-anak di seluruh dunia. Dengan memahami dan merayakan ketiga hari ini, kita dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua anak. Ingin berkontribusi lebih banyak untuk akses pendidikan anak Indonesia? Yuk, donasi untuk beasiswa pendidikan anak-anak kurang mampu lewat Hoshizora Foundation!

Referensi:

https://news.detik.com/berita/d-6804176/perbedaan-hari-anak-nasional-internasional-dan-universal

https://dp3a.semarangkota.go.id/blog/post/peringatan-hari-anak-nasional-kota-semarang-tahun-2022

https://www.un.org/en/observances/world-childrens-day

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *